Seleksi Kasus Tentang Sukuk dan Islamic Capital Market Bermasalah

Praktik mu’amalah dalam Islam bukanlah tanpa cacat sebab tanpanya mungkin kesempurnaan tidak akan tercapai. Yang terpenting dari itu semua adalah pelajaran-pelajaran atau hikmah yang dapat diambil sebagai pengalaman berharga untuk kebaikan di masa yang akan datang. Di dalam pengalamannya menerapkan sistem syariah pada pasar modal (Islamic Capital Market), kesalahan demi kesalahan terjadi, namun demikian, hal ini menjadi pelajaran berharga untuk yang lain, yang pada akhirnya dapatlah disimpulkan bahwa ruh Islam lebih penting dari pada baju bertuliskan Islam.

 

1. Kasus Nakheel Sukuk milik Dubai World.

Ada yang tahu apa itu Nakheel? Nakheel adalah anak perusahaan Dubai World (BUMN) yang bergerak di bidang real estate/properti di seluruh dunia. Salah datu yang paling terkenal mungkin adalah Palm Islands yang ada di Uni Emirat Arab.

Nah dalam rangka ekspansi usahanya, Nakheel menerbitkan sukuk berkonsep al-jarah. Namun dana yang diperlukan begitu besar mencapai 3.52 triliun US Dolar untuk aset senilai 4.22 triliun US Dolar. Nah untuk menarik investornya, ada beberapa janji yang diungkapkan di dalam brosur prospektus mereka (sayang link-nya sudah di putus): (i) fixed income, (ii) pembayaran di jamin oleh Dubai World (induk BUMN Dubai), (iii) penyelesaian sengketa di lakukan mengikuti hukum barat dan hukum yang berlaku di Dubai.

Ini skema Nakheel Sukuk di maksud:

 

Properti di maksudkan dijual melalui Nakheel-SPV kepada investor melalui sukuk yang dikeluarkan oleh SPV dengan catatan bahwa hanya Nakheel yang dapat menyewa properti tersebut. Nakheel membayar uang sewa yang nilainya tetap. Saat jatuh tempo, atau dalam kasus default, Nakheel berjanji untuk membeli kembali properti tersebut dan membayar sisa sewanya walaupun disisa waktu tersebut kepemilikan sudah berpindah kembali ke Nakheel. Dan dalam situasi tidak ada penawaran umum, yang telah terjadi lalu, Nakheel di wajibkan untuk membayar jumlah tambahan kepada investor melalui SPV.

Sebagai sukuk berprinsipkan al-ijarah, fixed income tidak menjadi persoalan disebabkan pembayarannya berdasarkan rental yang sifatnya memang fixed. Permasalahan disini sekali lagi adalah kedisiplinan dari manusia-manusia pengelolanya dalam hal manajemen dan kepatuhan-nya terhadap prinsip-prinsip syariah.

Melihat gelagat kurang mampu dari Nakheel, dengan meminta para investor mulai gelisah. Mereka memahami bahwa, walaupun Nakheel dilindungi oleh Dubai World (DW), DW sendiri adalah holding company yang cash-flow nya bersandar pada subsidiari (perusahaan anak-termasuk Nakheel) mereka, jadi DW tidak bisa diandalkan.

Jadi kalo kita lihat, kesalahan lebih banyak terjadi pada human-error dengan janji-janji muluk yang menyerupai konvensional. Namun demikian, pada Maret 2010 lalu, pemerintah Dubai sudah turun tangan untuk mengatasi masalah ini.

 

2. Kasus East-Cameron di Lousianna, US.

Ada yang ingat kasus default-nya sukuk al-musharakah (akan dijelaskan struktur di waktu mendatang) East Cameron di Amerika? Yup! Itu adalah sukuk pertama yang diternitkan di Amerika, tepatnya di perairan wilayah Lousiana, dimana pertambangan minyak dan gas alam terdapat disana.

Ceritanya, karena terlilit hutang yang besar, Manajemen East Cameron mencari cara untuk mendapatkan investasi yang aman dan cepat. Terfikirlah mereka untuk menerbitkan sukuk dengan harapan dana segar dari timur tengah mengalir deras bak air terjun. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Dengan model sukuk al-musharakah, East Cameron mendapatkan dana segar berlimpah. Namun tanpa di sangka-sangka, topan dan badai menghantam Lousiana pada pertengahan 2008 menghempaskan kilang penyedotan minyak lepas pantai milik East Cameron ke tengah lautan sedangkan minyak bumi berlimpah masih di sana.

Disebabkan East Cameron tak beroperasi lagi, maka mereka tak mampu untuk membayar modal dasar para investor tersebut. Maka terjadilah sengketa antara East Cameron dengan Investors. East Cameron bersikukuh bahwa mereka ingin sukuk tersebut dianggap hutang saja, dan akan dibayar dalam waktu tertentu. Namun Allah telah mengatur semua, pengadilan Amerika memenangkan para investor dengan memutuskan bahwa sukuk bukan-lah hutang, ianya adalah kepemilikan atas aset terkait. Maka dengan demikian, minyak di lepas pantai tersebut diserahkan kepada para investor. Ternyata untuk sebagian kasus, Amerika lebih Islami ya? J

 

3. Kasus Investment Dar di Kuwait dengan Bloom Bank.

Yang ini nanti ya, belum ada waktu, pagi ini ada janji dengan orang… intinya, ini adalah pelanggaran terhadap prinsip-prinsip syariah. Investment DAR mengeluarkan wakalah investment dengan jaminan return tertentu (mana bisa ya???). Dan pada saatnya mengalami kerugian, para investor minta return mereka.. Nah loh!  Habis deh!

 

 

 

This entry was posted in Islamic Capital Market, Special Issues. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s