Memahami Perjuangan ini Dengan Sempurna (1): Mulailah dari diri sendiri

Sebagian orang berpendapat bahwa Islam hanyalah urusan didalam masjid saja. Sebagian orang lagi berpendapat bahwa Islam tidak perlu ditonjol-tonjolkan, katanya,”biarlah Islam itu urusan antara Gua dengan Allah, nggak perlu dibawa-bawa ke pasar, nggak perlu dibawa-bawa ke kantor, apalagi sampai membicarakan konsep kehidupan secara Islami. Huh! Sok suci amat sih!”

Memang saudaraku, disatu sisi, mereka salah besar. Tetapi di sisi lain, kalimat-kalimat seperti ucapan orang di atas merupakan alat introspeksi dalam diri kita. Sudahkah kita melaksanakan perintah-Nya yang wajib tanpa tertinggal? Jika tidak ada yang tertinggal, lantas apakah kita melaksanakannya sesuai tuntunan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam? Sholat berjama’ah di masjid? Atau membayar zakat dengan rutin? Atau menghindarkan diri dan keluarga dari memakan makanan yang syubhat apalagi haram? Jangan-jangan kita memang manusia sok suci seperti umpatan orang di atas, mengajak orang kepada Islam, tetapi kita sendiri banyak berbuat maksiat dan kebohongan. Na’udzubillahi min dzalik. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS Ash Shaff [61]: 2-3)

Sedangkan Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda tentang ciri-ciri orang munafik, yaitu:

«آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَان»

“Ada tiga tanda-tanda (ciri-ciri) orang munafik: Jika berjanji ia ingkar, dan jika berkata ia dusta, dan jika diberi amanah ia berkhianat” (HR. Bukhari-Muslim)

Imam Ahmad dan Imam Abu Daud meriwayatkan, Abdullah bin Umar bin Rabi’ah berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Salam menghampiri kami ketika kami masih kecil dan sedang bermain. Ibuku kemudian memanggilku, “Wahai ‘Abdullah kemarilah! Ibu ingin memberimu sesuatu.” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Salam kemudian bertanya kepada Ibuku,

وَمَا أَرَدْتِ أَنْ تُعْطِيَهُ؟

“Apa yang akan kau berikan kepadanya?”

Ibuku menjawab,”Kurma.” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Salam kemudian berkata,

أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تَفْعَلِي كُتِبَتْ عَلَيْكِ كَذْبَة

“Jika engkau tidak memberikan kurma itu kepadanya, itu akan tercatat sebagai sebuah kebohongan bagimu.”

Ayat dan hadits diatas adalah pengingat bahwa kita harus memulai meng-Islam-kan diri dan keluarga kita dengan benar, bahkan pada urusan-urusan yang seringnya dianggap sepele dan remeh. Karena setiap sisi kehidupan seorang Muslim adalah alat dakwah bagi diri dan keluarganya. Tutur katanya kepada orang lain, kebersihan dan kerapihan rumahnya, kerapihan dan keindahan pekarangan dan kebun di halaman rumah, kerapihan meja kerja di kantor, tutur kata kepada anak-anaknya, hubungan yang baik dengan tetangga, cara makan dengan mengambil makanan yang terdekat, dan lain-lainnya merupakan sarana dakwah yang membedakan seorang Muslim dengan yang lainnya. Namun tidak banyak Muslim zaman ini yang mampu melakukan itu semua. Dan tugas kita untuk menyadarkan mereka yang “tertidur” akan keunggulan dan keistimewaan mereka di dunia dan akhirat, sehingga setiap Muslim dapat hidup dalam kemenangan di dunia dan akhirat.

Begitupun dalam dakwah dan perjuangan menegakkan ekonomi Islam yang adil. Bagaimana mungkin kita dapat mengajak manusia untuk menerima ekonomi islam yang bebas dari segala bentuk riba, unsur-unsur perjudian, serta hal-hal yang mengarah kepada penipuan sedangkan dalam aktifitas sehari-hari kita masih terlibat bahkan memakan harta-harta semacam itu? Bagaimana mungkin kita mampu mengajak masyarakat membayar zakat sedangkan kita masih enggan dan selalu menghitung-hitung agar membayar zakatnya sedikit saja sehingga memanipulasi laporan kekayaan kita sendiri? Apakah tidak merasa bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu melihat kita?

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS Al Baqarah [2]: 115)

Bahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengetahui apa-apa yang ada di dalam hati kita, niat kecurangan dan kebohongan kita? Astagfirullah al adzim.

“Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.(QS Ali ‘Imran [3]: 167)

Pernah suatu hari ada seseorang yang berdoa dengan sangat khusyu’ dan dengan menengadahkan tangannya ke atas, meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Salam melihatnya, beliau berkomentar “bagaimana mungkin doanya diterima, sedangkan makanan yang masuk ke dalam perutnya adalah makanan yang haram”. Makanan yang haram dapat dihasilkan dari usaha-usaha yang berlandaskan riba, penipuan, judi, serta yang mendzalimi orang lain, apalagi jika orang-orang yang didzalimi adalah anak-anak yatim atau janda-janda yang tua dan lemah. Na’udzubillahi min dzalik.

“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.” (QS An-Nisaa’ [4]: 2)

Dalam hadits yang lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Salam mengomentari tentang makanan haram ini, “setiap daging yang tumbuh disebabkan oleh makanan yang haram, maka yang pantas untuk melumatnya hanyalah api neraka jahanam”. (Abu Fahmi)

This entry was posted in Islamic Banking, Islamic Capital Market, Islamic Insurance, Islamic Microfinance, Zakat & Waqf. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s